Pelestarian Lagu Melayu Dan Pemanfaatan Tanah Wakaf Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Kampung Tua Segeram
Diterbitkan:
03/23/2026Unduhan
Abstrak
Pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Tua Segeram, Kabupaten Natuna, dengan fokus pada pelestarian budaya Melayu melalui pembelajaran lagu Melayu dan pemanfaatan tanah wakaf produktif melalui penanaman bibit buah naga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, koordinasi, demonstrasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi anak-anak tingkat SD dan SMP serta masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran lagu Melayu mampu meningkatkan kemampuan bernyanyi, rasa percaya diri, dan kecintaan peserta terhadap budaya lokal. Selain itu, program pemanfaatan tanah wakaf berhasil mengubah lahan kosong menjadi lahan produktif yang memiliki potensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan hubungan sosial masyarakat, dan menjadi bentuk nyata pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal.
Kata Kunci:
Lagu Melayu Tanah Wakaf Pemberdayaan Masyarakat Budaya Lokal NatunaReferensi
Ali, Z. Z. (2021). Kuliah Pengabdian Masyarakat Berbasis Moderasi Beragama.
Cohen, J., & Uphoff, N. (2021). Participation’s Place in Rural Development.
Hasan, B., Z., & Syakur, A. (2013). Acclimatisation Dragon Fruit Plant at Different Shade Layer.
Hutasoit, P., & Hutasoit, R. (2020). Classroom Interaction in English Lesson.
Intan, Sitorus, D., et al. (2024). Memahami Kekayaan Warisan Musik Melayu.
Sa’ban, L. M. A., Sadat, A., & Nazar, A. (2020). Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat dalam Perbaikan Sanitasi Lingkungan.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Emawati, Hasmiza Hasmiza, Dedi Supriadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



