MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN BUMDes DI KECAMATAN BUNGURAN SELATAN KABUPATEN NATUNA
DOI:
10.56783/js.v2i1.23Downloads
Abstract
Abstract
BUMDes in the South Bunguran District, Kabupaten Natuna has strong social capital in the form of village traditions, social networks and norms that apply in the village community but has not utilized it as a driving force for the village economy. Social activities that are still well implemented are limited to recitation, mutual cooperation and social gathering. The purpose of this study is to find out what social capital can be used in the development of BUMDes in Bunguran Selatan District, Kabupaten Natuna. By using a constructivism approach, which is analyzed with a qualitative descriptive method. The results of the study concluded that 1) The social capital owned by the people of South Bunguran District is still well maintained. The level of social concern among the community is still quite high. 2) The social capital of trust is still very low. BUMDes fellow administrators have not been able to maintain the trust given by the village head. 3) Social network capital in BUMDes management is still not strong, local cultural support that is maintained has not been able to produce professional BUMDes management behavior and provides many economic benefits for village communities. 4) The social capital norms in BUMDes management in South Bunguran District are written in writing in the BUMDes statutes and by laws (AD/ART).
Keywords. Social capital, BUMDes
Abstrak
BUMDes di wilayah Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna memiliki modal sosial yang kuat dalam bentuk tradisi-tradisi desa, jejaring sosial serta norma-norma yang berlaku di masyarakat desa namun belum memanfaatkan sebagai penggerak perekonomian desa. Kegiatan sosial yang masih terlaksana dengan baik hanya sebatas pengajian, gotong royong dan arisan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modal sosial apa saja yang dapat digunakan dalam pengembangan BUMDes di Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna. Dengan menggunakan pendekatan konstrutivisme, yang dianalis dengan metode diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Modal sosial yang dimiliki masyakat Kecamatan Bunguran Selatan masih terjaga dengan baik. Tingkat kepedulian sosial sesama masyarakat masih cukup tinggi. 2) Modal sosial kepercayaan masih sangat rendah. Sesama pengurus BUMDes belum dapat saling menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Kepala Desa. 3) Modal sosial jejaring dalam pengelolaan BUMDes masih belum kuat, dukungan budaya lokal yang tetap terjaga belum dapat menghasilkan perilaku pengelolaan BUMDes yang profesonal dan memberikan banyak manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. 4) Modal sosial norma-norma dalam pengelaloaan BUMDes di Kecamatan Bunguran Selatan secara tertulis tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) BUMDes.
Kata kunci; Modal sosial, BUMDes
Keywords:
Social capital BumdesReferences
Adawiyah, R. (2018). Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Berbasis Aspek Modal Sosial (Studi pada BUMDES Surya Sejahtera, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Volume 6,.
Adhikari and P. Goldey. (2010). Social Capital and its „Downside‟: The Impact on Sustainability of Induced Community-Based Organizations in Nepal. World Dev, 38, n, hal. 184-194.
Anggraeni. (2016). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan Studi pada BUMDes di Gunug Kidul Yogyakarta. J. Modus, 28, n, hal. 155-167.
Brian S. Putra. (2018). BUMDes Al-Madina dalam Perspektif Modal Sosial James S. Coleman (Penelitian Tentang Pengembangan Perekonomian Desa). J. Sosiol, hal. 1–15.
Brian Syah Putra. (2018). BUMDes AL-MADINA DALAM PERSPEKTIF MODAL SOSIAL JAMES S. COLEMAN (Penelitian Tengang Pengembangan Perekonomian Desa). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Coleman. (2009). Dasar-dasar Teori Sosial (Edisi Revi). Penerbit: Nusa Media.
Dewi Kirowati dan Lutfiyah Dwi. (2018). Pengembangan Desa Mandiri melalui BUMDes dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa (Studi Kasus: Desa temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan). J. AKSI (Akuntansi dan Sist. Informasi), 2, no, hal. 15-24.
Fukuyama. (2001). Social Capital and Development: The Coming Agenda”. Makalah pada Konperensi “Social Capital and Poverty Reduction In Latin America and The Caribbean: Toward A New Paradigm. September.
Hanifan, L. . (1916). The Rural School Community Center. The Annals of the American Academy of Political and Social Science. 67, hlm. 130-138.
Hardijono, R. (2014). Economic Independence Of The Village Through Institutional Village Enterprises (BUMDes). IOSR Journal of Economics and Finance (IOSR-JEF).
Ife dan F. Tesoriero. (2008). Community development: Alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi,. Penerbit: Pustaka Pelajar.
M. Granovetter. (2001). The Strength of Weak Ties. University of Chicago Press, Chicago.
Mampanini. (2016). Pola Pengembangan Usaha BUMDes untuk Mewujudkan Peningkatan Penduduk Miskin di Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau. J. Akunt. dan Manaj, 13, n, hal. 496-505.
Mirayani. (2014). Peranan Modal Sosial dalam Pengelolaan Perusahaan Air Minum Desa (PAMdes) Tri Mandala Tirta (Studi Kasus: Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar). J. Citiz, 1, no.
Nahapiet and Ghoshal. (1998). Social Capital, Intellectual Capital, and the Organizational Advantage. Acad. Manag. Rev, 23, n, hal. 242.
Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 4 Tahun. (2019). tentang Pedoman Pembentukan, Pengelolaan Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 39 tahun. (2010). tentang Badan Usaha Milik Desa.
Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun. (2005). tentang Desa.
Permendesa No. 4 tahun. (2015). tentang Perusahaan Milik Desa.
Putnam. (1993). The Prosperous Community: Social Capital and Public Life dalam The American Prospect. 13, hal. 335–42.
Santi. (2018). Peran Modal Sosial dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. J. Univ. Negeri Yogyakarta, 7, no, hal. 145-157.
Soekanto, S. (2002). Teori Peranan. Penerbit : Bumi Aksara.
Ubaididillah. (2017). Analisa pengaruh Modal Sosial terhadap Organizational Citizenship Behaviors (OCB) dengan Mediasi Kepercayaan pada Manajemen BUMDesa. J. Ilm. Sains dan Ilmu Pendidik, 68, n, hal. 53-61.
Undang-undang No. 32 tahun. (2004). tentang Pemerintah Daerah.
V. Aliabadi, P. Ataiee, dan R. M. (2016). The Effect of Strategic Thinking and Social Capital on
License
Copyright (c) 2023 Kartubi, Said Muhammad Rahimin, Nurdian Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
