Dinamika Sejarah; Rasa dan Asa Masyarakat Segeram Dalam Arus Sejarah Natuna
DOI:
10.56783/js.v1i1.2Downloads
Abstract
The objective of this research is to unravel and describe dynamics, hope, and feelings of people in Segeram. Segeram in historical perspective is the first haven in Natuna. Variety of civilization developed in Segeram, as malay civilization in Binjai, Mahligai, and Kelarik Bunguran Utara. The civilization is in the context of government, da’wah or islamization, strong interaction with Fatani, Johor, Cempa, Daik Lingga, Banjar and Suku laut. The methods used in this research is historical research, where oral history from Segeram’s people is the primary source. The results show that Segeram is the first haven of city of Malay in Natuna, the history of the people varied, some came from Syiam (Fatani), Johor (Malaysia), Daik Lingga as well as Sambas Kalimantan. Segeram’s people need depelovement in governmental status from RW in Sedanau to an independent village and make it a center of education and civilization like how it used to be before.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan atau mendeskripsikan dinamika, asa dan rasa masyarakat segeram. Segeram dalam perspektif sejarah adalah Bandar Melayu pertama di Natuna. Berbagai peradaban baru lahir di Segeram. antara lain peradaban Melayu di Binjai, Mahligai dan Kelarik Bunguran Utara. Peradaban dalam konteks pemerintahan, dakwah atau islamisasi, interaksi dengan berbagai kawasan Fatani, Johor, Cempa, Daik Lingga, Banjar dan Suku Laut saling berjalin berkelindan. Metode penelitian yang digunakan adaalah penelitian sejarah, dengan sumber utama oral history (sejarah lisan) yang berasal dari masyarakat Segeram itu sendiri. Hasilnya, Segeram pada masa lalu adalah bandar pertama masyarakat Melayu di Natuna. Asal-usul masyarakatnya sangat beragam, ada yang berasal dari Siam (Fatani), Johor (Malaysia), dan Daik, Lingga serta Sambas Kalimantan. Ke depan masyarakat Segeram menginginkan suatu perubahan status pemerintahan dari tingkat RW yang merupakan bagian dari Kelurahan Sedanau menjadi desa yang mandiri dan sebagai pusat pendidikan serta peradaban sebagaimana yang pernah dicapai pada masa lalu..
License
Copyright (c) 2022 Umar Natuna, Nikmat Sabli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
