PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI MEDIA DAKWAH
PELUANG, TANTANGAN DAN KREDIBILITAS PESAN KEAGAMAAN
DOI:
https://doi.org/10.56783/tm.v4i02.471Kata Kunci:
Kata kunci: Artificial Intelligence, Dakwah Digita, Kredibilitas,Etika Komunikasi Islam dan Literasi Digital.Abstrak
Perkembangan kecerdasan buatan generatif membuka peluang baru bagi dakwah Islam melalui produksi konten, penerjemahan, personalisasi pesan, layanan tanya jawab, dan analisis kebutuhan audiens. Namun, kemudahan tersebut disertai risiko halusinasi informasi, bias algoritmik, penyederhanaan persoalan keagamaan, pelanggaran privasi, serta pergeseran otoritas keilmuan. Artikel ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan pemanfaatan AI sebagai media dakwah serta merumuskan prinsip untuk menjaga kredibilitas pesan keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-kritis terhadap literatur komunikasi digital, etika AI, dan kajian Islam. Hasil kajian menegaskan bahwa AI tepat ditempatkan sebagai alat bantu, bukan otoritas agama. Kredibilitas memerlukan verifikasi sumber, transparansi, pengawasan ahli, dan tanggung jawab manusia. Kerangka ini ditujukan bagi pendakwah, pengelola lembaga, dan masyarakat dalam praktik dakwah digital yang bertanggung jawab.
Referensi
Alfarizi, M. I., & Nurjanah. (2026). Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam trasformasi dakwah Islam pada siswa SMA di era digital. Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.58194/pekerti.v8i1.7222
Asfar, K., Prayoga, A., & Hidayatullah. (2024). Tabayyun digital QS. Al-Hujurat ayat 6 sebagai etika komunikasi Islam di era hoaks. Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 3(2). https://doi.org/10.58194/al-aqwam.v3i2.3612
Faisyal. (2023). Antara AI, manusia, dan kegiatan agama. Oratio Directa, 5(1), 43–47. https://doi.org/10.59017/oratiodirecta.v5i1.82
Fitryansyah, M. A., Mughni, S., Nugraha, E., Wasehudin, & Lugowi, R. A. (2025). Pengaruh kecerdasan buatan terhadap interprestasi teks keagamaan Islam: Tinjauan pustaka implikasi etis teologis mesin penerjemah. PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 6(1). https://doi.org/10.24127/profetik.v6i1.8353
Hafiz, A., & Nizar, R. A. (2026). AI governance in da’wah organizations: Building trust, ethics, and religious authority in the generative AI era. Jurnal Manajemen Dakwah, 14(2), 285–315. https://doi.org/10.15408/t2n8rv96
Hakim, L., & Azizi, M. R. (2023). Otoritas fatwa keagamaan dalam konteks era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan dan Hukum Islam, 21(2). https://doi.org/10.69552/ar-risalah.v21i2.2101
Insana, Z., & Satriah, L. (2024). Etika dan tantangan dakwah di era kecerdasan buatan: Studi kasus penggunaan chatbot AI untuk konsultasi keagamaan. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 5(2), 259–272. https://doi.org/10.53429/j-kis.v5i2.1042
Jenuri, J., Suwarma, D. M., Parhan, M., Sartika, A., & Ramdani, A. D. (2021). Islamic communication ethics towards hoax phenomenon on social media. Dialogia, 19(2). https://doi.org/10.21154/dialogia.v19i2.3446
Kurniawan, D. (2026). Dakwah berbasi AI: Peluang dan ancaman kecerdasan buatan dalam penyiaran Islam. Merdeka Indonesia Jurnal International, 6(6), 902–923. https://doi.org/10.69796/miji.v6i6.685
Parhan, M., Jenuri, J., & Islamy, M. R. F. (2021). Media sosial dan fenomena hoax: Tinjauan Islam dalam etika berkomunikasi. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 59–80. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887
Sukri, & Faisal, M. (2026). Moderasi beragama dan kecerdasan buatan: Analisis terhadap masa depan otoritas keagamaan di era AI. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 6252–6264. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.10396
Syayekti, E. I. D., Al Faqih, A. F., & Agustin, D. A. C. (2026). Paradigma jurnalistik Islam dalam dakwah digital berbasis AI: Studi kasus konten animasi di media sosial. DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI, 6(2), 25–38. https://doi.org/10.24127/decoding.v6i2.11307
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 inderakurniawaaan kurniawaaan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
All articles published in this journal are made available under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license.
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial use.
These permissions are granted provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, a link to the license is provided, and any changes made are clearly indicated.
Authors retain the copyright to their work while granting the journal the right to publish and distribute the article as the original publisher. Third parties may use, reproduce, distribute, translate, and adapt the published work in accordance with the terms of the CC BY 4.0 license.
The full license can be accessed at: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
