Harmonisasi Agama dan Budaya Bahari

kajian literatur terhadap ritual dan kepercayaan masyarakat nelayan natuna

Penulis

  • Indra Aropah Institut Agama Islam

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v4i02.469

Kata Kunci:

harmonisasi, budaya bahari, nelayan Natuna

Abstrak

Kabupaten Natuna dengan masyarakat nelayan Melayu pesisir memperlihatkan relasi erat antara Islam dan budaya bahari. Artikel ini bertujuan memetakan ritual dan kepercayaan nelayan Natuna serta menganalisis pola harmonisasi agama dan budaya bahari. Kajian ini merupakan studi literatur terhadap artikel jurnal, hasil penelitian, dan pemberitaan kredibel tentang tradisi masyarakat Natuna. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tepung Tawar, Zikir Maulid, sedekah ikan, kepercayaan terhadap benda keramat, berkarang, dan ritual Jong Kate bukan sekadar warisan adat, tetapi medium negosiasi antara ajaran Islam dan kearifan lokal. Harmonisasi terbentuk melalui empat pola: Islam sebagai kerangka legitimasi praktik bahari; ritual lokal sebagai medium internalisasi nilai Islam; peran tokoh adat dan agama sebagai penjaga keseimbangan; serta bertahannya kepercayaan pra-Islam yang menyesuaikan diri dengan simbol Islam. Harmonisasi bersifat dinamis dan tidak tanpa ketegangan. Kajian menyimpulkan bahwa ritual dan kepercayaan bahari Natuna penting dalam merawat identitas religius, kohesi sosial, dan karakter masyarakat pesisir, sehingga dokumentasi dan pelestariannya perlu dilakukan berkelanjutan

Referensi

Ciciana. (2023). Kepercayaan Masyarakat Terhadap Benda Yang Dikeramatkan Di Pulau Subi Kecamatan Subi Kabupaten Natuna. 1(3), 381–396.

Destriyadi. (2024). Fungsi Sastra Lisan Tepung Tawar Natuna. 4(1), 51–67.

Hidayat, R. (2025). Revitalisasi Budaya Melayu di Natuna: Telaah Kepustakaan dalam Perspektif Pendidikan dan Sosial.

Januariusdi. (2923). Berkarang: Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Melayu Natuna. Jurnal Tapak Melayu.

Kartubi. (2023). Jong Kate Natuna: Perlombaan dan Ritual Budaya.

Natuna, U. (2023). Zikir Maulid: Warisan Sosial Spritual Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Natuna. Jurnal Tapak Melayu.

Putri, T. D., & Adesma, A. (2026). Analisis Nilai-Nilai Komunikasi Islam dalam Tradisi Tepung Tawar Masyarakat Melayu. 08(02), 254–263.

RRI. (2026). Sedekah Ikan Jadi Tradisi Nelayan Sepempang Setiap Ramadhan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-11-03

Cara Mengutip

Aropah, I. (2026). Harmonisasi Agama dan Budaya Bahari: kajian literatur terhadap ritual dan kepercayaan masyarakat nelayan natuna. Jurnal Tapak Melayu, 4(02), 133–141. https://doi.org/10.56783/tm.v4i02.469

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.