Seni Pertunjukan Tari Zapin Langkah 12 Desa Tanjung Balau Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v3i03.285

Kata Kunci:

seni pertunjukan, tari zapin, zapin langkah 12

Abstrak

Tari Zapin Langkah 12 merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang berasal dari Desa Tanjung Balau, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Tarian ini merupakan adaptasi budaya dari wilayah di luar Natuna yang kemudian berkembang menjadi bagian khas dari kesenian lokal. Keunikan Tari Zapin Langkah 12 terletak pada ragam gerak dan karakteristiknya yang membedakannya dari bentuk tari zapin lainnya. Sebagai bentuk seni pertunjukan yang cukup populer di Kabupaten Natuna, khususnya di Desa Tanjung Balau, Tari Zapin Langkah 12 menampilkan perpaduan antara unsur tari dan musik secara harmonis. Tarian ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan alat musik gambus, yang menjadi salah satu elemen penting dalam pengiring pertunjukan. Berdasarkan fenomena tersebut, penulis memandang pentingnya dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai unsur-unsur tari dan musik yang terkandung dalam Tari Zapin Langkah 12. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur gerak tari serta elemen musikal yang menyertainya. Penulisan ini menggunakan teori seni pertunjukan yang menekankan pada kompleksitas fungsi seni dalam kehidupan manusia. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan landasan etnokoreologi dan etnomusikologi sebagai kerangka analisis utama

Referensi

Hasanah, H. (2017). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Hendra, D. F. (2023). Kajian Dasar Bentuk Gerak Tari Dan Musik Iringan Tari Zapin Penyengat. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(2), 114–127.

John W. Creswell. (2016). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.

Rosada Harma Jurusan Sendratasik, A., Jurusan Sendratasik, D., & Jurusan Sendratasik, S. (2017). Faktor Penghambat Perkembangan Tari Zapin Melayu Di Kota Batam. Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 6(1), 7–14. https://ejournal.unp.ac.id/index.php/sendratasik/article/view/8519

S.Nasution. (2011). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Bumi Aksara.

Sarita, Isjoni, & Kamaruddin. (2014). HISTORY OF THE VILLAGE MESKOM ZAPIN DANCE BENGKALIS SUB DISTRICT BENGKALIS. FKIP-University of Riau, 082384392674, 1–10.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukardi. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Bumi Aksara.

Suparno, S., Mardawani, M., & Muhrin, R. (2020). Upaya Pelestarian Tarian Zapin Dalam Rangka Memperkuat Nilai Karakter Sebagai Pemersatu Bangsa Pada Masyarakat Melayu Pesisir Melawi Di Desa Pagar Lebata Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(2), 223–234. https://doi.org/10.31932/jpk.v5i2.941

Suryani, N., & Fitriah, L. (2019). Seni Pertunjukan Tari Zapin Api Di Rupat Utara Bengkalis Provinsi Riau. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(1), 18–33. https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7030

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-30

Cara Mengutip

Mustaqim, & Supriadi, D. (2025). Seni Pertunjukan Tari Zapin Langkah 12 Desa Tanjung Balau Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau. Jurnal Tapak Melayu, 3(01), 82–91. https://doi.org/10.56783/tm.v3i03.285