Revitalisasi Budaya Melayu di Natuna :

Telaah Kepustakaan dalam Perspektif Pendidikan dan Sosial

Penulis

  • Rachmat Hidayat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna
  • Hasmiza Hasmiza Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v3i01.281

Kata Kunci:

Revitalisasi budaya, Melayu Natuna, pendidikan budaya

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji upaya revitalisasi budaya Melayu di Kabupaten Natuna melalui pendekatan telaah kepustakaan dari perspektif pendidikan dan sosial. Sebagai bagian dari identitas bangsa, budaya Melayu Natuna menghadapi tantangan serius akibat arus globalisasi, urbanisasi, serta lemahnya dokumentasi dan pelestarian nilai-nilai tradisional. Kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya, khususnya melalui penguatan kurikulum muatan lokal, pelatihan guru, serta penerapan aktivitas pembelajaran berbasis budaya di lingkungan sekolah. Dari sisi sosial, peran tokoh adat, komunitas seni, dan pemanfaatan media digital menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan praktik budaya di tengah perubahan zaman. Namun, dislokasi identitas budaya, rendahnya partisipasi generasi muda, serta kurangnya kebijakan yang terintegrasi masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, diperlukan strategi konkret seperti digitalisasi budaya, sinergi lintas sektor (multistakeholder), serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Revitalisasi budaya Melayu di Natuna tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan karakter, penguatan identitas lokal, serta peningkatan kohesi sosial masyarakat di wilayah perbatasan.

Referensi

Anista, R. (2023). Transformasi Kebudayaan : Dampak Perkembangan Teknologi dan Media Sosial. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(1).

Arman, D., & Anastasia Wiwik Swatiwi. (2018). Natuna Potret Masyarakat dan Budayanya. 2, 97. https://repositori.kemdikbud.go.id/17211/%0Ahttps://repositori.kemdikbud.go.id/17211/1/Natunan Potret masyarakat dan Budaya.pdf

Budhi, S. (2018). Revitalisasi Kebudayaan dan Tantangan Global. February.

Damayanti, N. R., Soedarwo, V. S. D., & Susilo, R. K. D. (2020). Peran Tokoh Masyarakat Adat Dalam Pembangunan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal (Studi Interpretatif pada Masyarakat Kota Ternate). Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 16(2), 22.

Faiz, M. (2023). Analisis Kurikulum Nasional Dan Muatan Lokal. 3, 5881–5897.

Hafizah, N. (2023). PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KEBUDAYAAN. 1(1), 2020–2024.

Harkantiningsih, N., & Wibisono, S. C. (2016). Arkeologi Natuna : Singkapan Identitas Budaya di Gugus Kepulauan Terdepan Indonesia (S. Wibisono (ed.); Seri Rumah).

Hasan, S. (2019). Integrasi Budaya Lokal dalam Kurikulum Pendidikan di Daerah Perbatasan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 24, 55–64.

Ibnu Hasan, N. A., Wijayanti, Y., & Ratih, D. (2023). Peranan Tokoh Adat Dalam Pelestarian Dan Pemanfaatan Potensi Budaya Pada Masyarakat Kampung Adat Kuta Tambaksari Kabupaten Ciamis. J-KIP (Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), 4(2), 463. https://doi.org/10.25157/j-kip.v4i2.8998

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Pedoman Revitalisasi Cagar Budaya. 63. https://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=14707&keywords=

Putri, E. P. M., Yukuri, K. A., Abror, K. T., Zennika, T., & Supriyono. (2024). Peran makanan tradisional dalam menguatkan identitas nasional. September, 24–35.

Rahayu, D., Sari, L. A., & Ramadhani, N. (2022). Bahasa Melayu Dialek Natuna: Kajian dialektologi dan budaya. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 10(2), 115–128. https://jurnal.umrah.ac.id/index.php/bahasasastra

Rahman, A. (2018). Kearifan Lokal dalam Tata Kelola Sosial Masyarakat Pesisir. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19, 140–152.

Sopian, M. (2023). Revitalisasi Tugas dan Fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) dalam Perspektif Moderasi Beragama.

Suyatno, S. (2022). Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Upaya Penguatan Identitas Keindonesiaan. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, 26–28. https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/805/revitalisasi-kearifan-lokal-sebagai-upaya-penguatan-identitas-keindonesiaan

Syaadah, R., Ary, M. H. A. A., Silitonga, N., & Rangkuty, S. F. (2023). Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal Dan Pendidikan Informal. Pema (Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(2), 125–131. https://doi.org/10.56832/pema.v2i2.298

Thamrin, H. (2014). Revitalisasi Kearifan Lokal Melayu Dalam Menjaga Harmonisasi Lingkungan Hidup. TOLERANSI: Media Komunikasi Umat Bergama, 6(1), 90–106.

Theodoridis, T., & Kraemer, J. (2018). Natuna : Potret Masyarakat dan Budayanya

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-30

Cara Mengutip

Hidayat, R., & Hasmiza, H. (2025). Revitalisasi Budaya Melayu di Natuna :: Telaah Kepustakaan dalam Perspektif Pendidikan dan Sosial. Jurnal Tapak Melayu, 3(01). https://doi.org/10.56783/tm.v3i01.281

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>