ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM MENANGKAL HOAKS DAN DISINFORMASI KEAGAMAAN DI MEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.56783/tm.v4i02.472Kata Kunci:
Kata kunci: Etika Komunikasi Islam, Tabayyun, Hoaks, Disinformasi Keagamaan dan media Sosial.Abstrak
Media sosial mempercepat pertukaran pesan keagamaan, tetapi pada saat yang sama membuka ruang bagi hoaks, disinformasi, fitnah, dan pemotongan konteks ajaran agama. Artikel ini bertujuan menganalisis prinsip etika komunikasi Islam dan merumuskan penerapannya untuk menangkal informasi keagamaan yang menyesatkan di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-kritis terhadap literatur komunikasi, kajian disinformasi, sumber normatif Islam, dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 24 Tahun 2017. Hasil kajian menunjukkan bahwa tabayyun, kejujuran (ṣidq), amanah, keadilan, tanggung jawab, dan kemaslahatan membentuk kerangka etis yang saling melengkapi. Implementasinya memerlukan verifikasi sumber dan konteks, kehati-hatian berbagi, koreksi tanpa mempermalukan, literasi digital, serta kolaborasi pendakwah, komunitas, platform, dan lembaga keagamaan. Kajian ini menawarkan model siklus etis tabayyun yang aplikatif bagi pengguna.
Referensi
Afriani, F., & Azmi, A. (2020). Penerapan etika komunikasi di media sosial: Analisis pada grup WhatsApps mahasiswa PPKn tahun masuk 2016 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Civic Education, 3(3), 331–338. https://doi.org/10.24036/jce.v3i3.372
Ahmad, S., & Hotimah, H. (2018). Hoaks dalam kajian pemikiran Islam dan hukum positif. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 5(3), 291–306. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v5i3.10366
Al-Ayyubi, M. Z. (2018). Etika bermedia sosial dalam menyikapi pemberitaan bohong (hoax) perspektif hadis. Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 19(2), 148–166. https://doi.org/10.14421/qh.2018.1902-02
Alamin, N., & Putri, L. A. (2024). Literasi digital Qur’ani sebagai upaya preventif mereduksi hoaks. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 81–92. https://doi.org/10.35967/jkms.v13i1.7560
Al-Walidah, I. (2017). Tabayyun di era generasi millennial. Jurnal Living Hadis, 2(2), 317–344. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1359
Dewi, M. S. R. (2019). Islam dan etika bermedia: Kajian etika komunikasi netizen di media sosial Instagram dalam perspektif Islam. Research Fair Unisri, 3(1), 139–142. https://doi.org/10.33061/rsfu.v3i1.2574
Istriyani, R., & Widiana, N. H. (2016). Etika komunikasi Islam vs hoax di dunia maya. Jurnal Ilmu Dakwah, 36(2), 288–315. https://doi.org/10.21580/jid.v36i2.1774
Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. https://mui.or.id/public/storage/fatwa/b5bb85632664dcf56b05eb9dd0d224d6-lampiran.pdf
Parhan, M., Jenuri, J., & Islamy, M. R. F. (2021). Media sosial dan fenomena hoax: Tinjauan Islam dalam etika berkomunikasi. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 59–80. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887
Wahyudin, U., & Karimah, K. E. (2016). Etika komunikasi di media sosial. Dalam Prosiding Seminar Nasional Komunikasi 2016 (hlm. 216–224). Universitas Lampung.
Widodo, W., Budoyo, S., Pratama, T. G. W., & Soeprijanto, T. (2019). Hoax di Indonesia: Suatu kajian. Jurnal Meta-Yuridis, 2(1).
Yusuf, A. F. (2019). Jurnalisme santri melawan hoaks. Sosio Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Humaniora, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.31942/sd.v4i1.2999
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 jumadi M.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
All articles published in this journal are made available under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license.
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial use.
These permissions are granted provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, a link to the license is provided, and any changes made are clearly indicated.
Authors retain the copyright to their work while granting the journal the right to publish and distribute the article as the original publisher. Third parties may use, reproduce, distribute, translate, and adapt the published work in accordance with the terms of the CC BY 4.0 license.
The full license can be accessed at: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
