Silong, Makanan Khas Tradisional Natuna berkelas Sashimi
DOI:
https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.238Abstrak
Identitas suatu wilayah atau daerah sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti sejarah, bahasa, geografis dan lainnya. Salah satu aspek yang juga tidak kalah penting adalah berupa makanan/ kuliner khas yang dibudayakan oleh masyarakat setempat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan makanan khas Silong Natuna dengan pendekatan aspek historis, sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Silong merupakan makanan khas tradisional Natuna yang masih ada dan menjadi kebanggaan masyarakat hingga kini. Silong Natuna biasanya menggunakan bahan utama seperti ikan tuna (Thunnus), ikan banau atau Balihu (Ballyhoo halfbeak atau ballyhoo (Hemiramphus brasiliensis), kerang kima (Tridacna gigas), gurita (Octopoda) cumi-cumi (Loligo chinensis) dan Sotong (Sepiida). Silong Natuna telah disajikan secara turun temurun dari generasi sebelumnya atau dahulu. Makanan khas Natuna yang satu ini juga dapat menjadi sajian penting ketika sedang dalam mencari ikan (dilaut/ pantai), berkumpul bersama keluarga hingga menjamu tamu yang datang dari jauh. Selain sebagai makanan alternatif sehari-hari, Silong juga ditaksir dapat memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat, karena merupakan makanan unik, lezat, dan mudah dibuat oleh siapa pun. Tidak hanya itu, keberadaan Silong Natuna juga mudah di terima masyarakat luas, karena memiliki kesamaan dengan pola Sashimi di negara Jepang. Selain memiliki kesamaan, silong Natuna juga memiliki kekhasan lain karena menggunakan aneka seefood yang lain sebagai pilihan. Bahan-bahan pilihan ini memuat protein yang baik dan rasa yang lezat.
Kata Kunci: Silong Natuna, Makanan Tradisional
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
License Terms
All articles published in this journal are made available under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license.
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial use.
These permissions are granted provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, a link to the license is provided, and any changes made are clearly indicated.
Authors retain the copyright to their work while granting the journal the right to publish and distribute the article as the original publisher. Third parties may use, reproduce, distribute, translate, and adapt the published work in accordance with the terms of the CC BY 4.0 license.
The full license can be accessed at: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
