PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI SENI TARI MELAYU
DOI:
10.56783/ja.v2i1.63Published:
2024-03-31Downloads
Abstract
Perkembangan motorik kasar merupakan hal yang sangat penting bagi anak karena perkembangan motorik kasar mempengaruhi perkembangan yang lainnya. Hasil observasi yang dilakukan di TK Pertiwi Ranai menunjukan bahwa perkembangan peserta didik pada kegiatan berlari, mengayun dan berjingkat masih terdapat beberapa anak yang kesulitan melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran guru dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak khususnya dalam keterampilan berlari, mengayun dan berjingkat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftif yang bertujuan untuk menggambarkan secara objektif keadaan di tempat penelitian dengan menggunakan rangkaian kata-kata atau kalimat dengan objek penelitian adalah anak kelas B yang berjumlah 16 anak. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan motorik kasar anak dapat ditingkatkan dengan seni tari melayu. Ternyata didapati bahwa kemampuan motorik kasar anak berkembang lebih optimal jika anak tidak hanya melakukan senam saja melainkan harus diselingi dengan kegiatan menari. Apalagi terdapat peran guru yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.
Keywords:
Peran Guru Motorik Kasar Seni Tari MelayuReferences
Lestari, E. D. (2020). Pengembangan Seni Tari Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Pada Usia 5-6 Tahun Di Paud Machita.
Novi Mulyani. (2016). Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini (1 ed.). Gava Media.
Nurfahmi. (2019). Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Tarian Tarek Pukat Pada Anak Usia Dini di RA Fathun Qarib.
Rahayu, P. (2022). Peran Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini Di RA Annur Tembilahan.
Savana, E. (2019). Peran Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B Suren Ledokombo Jember. Skripsi Ilmiah, 2, 1–107.
Septiani, A. (2019). Peranan Guru Dalam Membangun Karakter Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Di Taman Kanak-Kanak Sriwijaya Way Dadi Sukarame Bandar Lampung. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 13(April), 15–38.
Setyawan, dkk. (2018). Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Negeri Pembina Kota Surakarta. 5(1), 17–27.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Tindakan Komprehensif (S. Y. Ratri (ed.)). Alfabeta CV.
Sutini, A. (2018). Pembelajaran Tari Bagi Anak Usia Dini. 3(2). https://doi.org/10.17509/cd.v3i2.10333

